[ad_1]

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Nasional Lanjut Usia disebut-sebut sebagai satu dari 18 lembaga negara yang bakal dibubarkan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Jokowi menjelaskan pembubaran belasan lembaga itu dilakukan untuk menekan atau efisiensi anggaran pemerintah.

Dengan begitu, anggaran yang tadinya dialokasikan untuk 18 lembaga itu akan dikembalikan atau direalokasikan untuk kementerian ke bagian direktorat lain.

Melanjutkan pernyataan Jokowi pada Senin (13/7) itu, Kepala Staf Presiden, Moeldoko sehari kemudian mengonfirmasi tiga dari total 18 lembaga yang hendak dibubarkan. Ketiganya yakni, Badan Restorasi Gambut (BRG), Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK), dan terakhir Komnas Lansia (Komnas Lansia).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu lebih lanjut menjelaskan, nantinya, 18 lembaga yang akan dibubarkan juga memiliki kemungkinan akan digabung dengan lembaga lain.

Sementara, khusus Komnas Lansia, ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang tumpang tindih dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Kira-kira ini ya, Komisi Usia Lanjut. Pernah kedengaran enggak? Apakah ini tidak dalam tupoksi KPPPA? Kalau masih dalam cakupan kementerian itu mungkin bisa dipikirkan,” katanya.

CNNIndonesia.com menelusuri alamat kantor Komnas Lansia seperti yang tertera di alat pencarian google. Di sana tertera, Komnas Lansia beralamat di Jalan Salemba Raya No.28, RT.3/RW.5, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat.

Di google map, lokasinya berada di ujung pertigaan dari arah Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Persisnya bersampingan dengan Rumah Sakit St. Carolus, Salemba.

Masih merujuk informasi dari google, alamat itu menampilkan satu-satunya gambar sebuah gedung tua berwarna coklat kusam. Namun, tak ada petunjuk apapun yang menyebut bahwa gedung tersebut merupakan kantor Komnas Lansia.

Benar saja. Petugas parkir gedung itu mengatakan bahwa itu bukan sekretariat atau alamat Komnas Lansia, melainkan rumah duka yang masih menjadi bagian dari Rumah Sakit St. Carolus yang berada di kanan gedung tersebut.

CNNIndonesia.com, kemudian bertanya ke sejumlah warga, mulai dari supir bajai, tukang ojek online, pedagang kopi keliling, hingga petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi tentang alamat Komnas Lansia. Lebih dari lima orang yang ditanya, mereka mengaku tak mengetahui Komnas Lansia.

Satu-satunya petunjuk diberikan oleh seorang warga yang tengah menyapu sebuah gedung tak jauh dari rumah duka Rumah Sakit St. Carolus. Dia bilang, semua gedung di barisan itu adalah gedung dengan alamat nomor ganjil.

“Kalau 28, mungkin ada di seberang,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/7).

Di seberang, seorang warga yang berdiri di bahu jalan dekat SMAN 68, Jakarta Pusat juga mengaku tak tahu Komnas Lansia. Namun, katanya, dia memberi petunjuk bahwa nomor 28 mungkin berada dekat gedung lama Perpustakaan Nasional.

Seorang petugas keamanan di Gedung Perpusnas mengatakan Nomor 28 adalah alamat Kementerian Sosial yang berdampingan dengan Perpusnas lama.

“Komnas Lansia? Di dalam. Masuk aja,” kata seorang petugas menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com.




Sekretariat Komnas Lansia, Rabu (15/7). Komnas Lansia menurut salah satu bekas pegawai lembaga itu telah dibubarkan oleh Kemenpan-RB sejak 2018.Menurut salah satu pegawai Kemensos yang juga bekas pegawai Komnas Lansia, lembaga itu telah dibubarkan oleh Kemenpan-RB sejak 2018. (CNN Indonesia/Thohirin).

Bubar Sejak 2018

Salah seorang staf di Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos, Syarifuddin menyebut, Komnas Lansia telah dinonaktifkan sejak Maret 2018 silam. Syarif adalah salah seorang yang yang pernah ditunjuk oleh lembaganya bertugas di sana selama tak lebih dari sebulan.

Ia ditugasi sebagai staf yang mengurusi kesekretariatan lembaga tersebut. Saat Syarif masuk, lembaga ad hoc itu katanya sudah tak memiliki keanggotaan sejak 2014 hingga kemudian secara resmi bubar empat tahun kemudian.

Pembubaran Komnas Lansia, kata Syarif langsung diinstruksikan lewat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Namun, ia mengaku tak mengetahui alasan persis di balik pembubaran Komnas Lansia.

“Dasarnya penertiban sih tentang lembaga itu. Di dalamnya ada Komnas Lansia. Yang kena dalam penertiban itu, jadi tugas dari Komnas itu masuk Direktorat Lansia,” kata dia ditemui CNNIndonesia.com di lantai 6, gedung utama Kemensos, Rabu (15/7).

“Nggak tahu penilaiannya seperti apa,” imbuh Syarif.

Selama kurang lebih bertugas di Komnas Lansia, Syarif mengaku hanya beberapa kali mengurusi administrasi dan sejumlah pertemuan dari Komisi Daerah (Komda) Lansia yang berada di sejumlah wilayah di bawah pemerintah provinsi. Di sana, ia ditemani sekitar lima pegawai honorer dari Kemensos.

Selain itu, Syarif juga tak mengetahui penyebab Komnas Lansia tak lagi memiliki keanggotaan dalam empat tahun terakhir sebelum dibubarkan. Namun, sepengetahuannya, kondisi itu konon disebabkan oleh pertentangan tugas pokok dan fungsi lembaga itu sesuai UU Nomor 13 Tentang Lansia dan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 2004 tentang Komisi Nasional Lanjut Usia.

“Karena secara UU di situ tidak menyebutkan perlu dibentuk Komnas, sebagai wadah koordinasi aja. Cuma di Kepresnya Komnas lanjut usia,” kata dia.

CNNIndonesia.com, coba mendatangi bekas sekretariat yang sempat ditempati Komnas Lansia. Letaknya berada di Gedung D atau Aneka Krida di belakang kompleks Kemensos.

Meski hampir dua tahun bubar, plang sekretariat itu masih terpasang. Berdampingan dengan plang Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), salah satu lembaga lain di bawah Kemensos.

Berdasarkan salinan Kepres yang didapat CNNIndonesia.com, yang diunggah situs bpkp.go.id, disebutkan Komnas Lansia dibentuk pada 22 Juni 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri Putri.

Dalam Keppres dijelaskan, Komnas Lansia memiliki dua tugas pokok yakni, membantu Presiden dalam mengoordinasikan pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia; memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden dalam penyusunan kebijakan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia.

Kini, kata Syarif, sejumlah tugas di bawah Komnas Lansia sebagian dikerjakan oleh Direktorat Rehabilitas Sosia Lansia Kemensos sebab masih memiliki tupoksi sama. Meski tak mengetahui pasti, kata Syarif, mungkin karena alasan itu Komnas Lansia juga dibubarkan.

“Yang kena dalam penertiban itu, jadi tugas dari Komnas itu masuk Direktorat Lansia. Jadi, karena dianggap bahwa nggak tahu penilaiannya seperti apa,” katanya.

(thr/osc)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here