[ad_1]

Saat ini untuk menemukan gentong kecil berlubang atau padasan di rumah-rumah orang desa (apalagi di kota) sudah sangat sulit. Lukni menyoroti bahwa kebiasaan mencuci tangan bukanlah kebiasaan baru. Jadi menjadi lucu jika kebiasaan baru itu dianggap sebagai kenormalan baru.

“Di masyarakat Samin atau sedulur sikep, upaya menolak pembangunan pabrik semen sebenarnya adalah upaya menjaga keseimbangan alam. Dan pandemi sangat terkait dengan keseimbangan tersebut,” katanya.

Dari penjelasan Lukni tersebutkita bisa merunut, 21 April 2020, masyarakat Samin menyampaikan sikap yang menekankan perlunya tindak perusakan alam dihentikan. Seharusnya, proses pembangunan pabrik semen di dekat desa mereka dihentikan. Wabah ini datang, menurut sedulur sikep merupakan bagian dari proses menata kembali alam semesta.

Masyarakat sedulur sikep percaya bumi memberikan kehidupan. Menjadi tugas manusia menjaga kelestariannya dan menjaga kehidupan untuk masa depan.

Sementara itu penggunaan hand sanitizer sebagai salah satu pranata kenormalan baru juga dianggap sebagai tradisi kuno. Jauh sebelum pandemi covid-19, masyarakat Nusantara sudah memiliki jerami bakar yang digunakan untuk hand sanitizer.

Hangno Hartono, peneliti budaya Jawa dari Yayasan Cahaya Nusantara Yogyakarta menggunakan pola ziarah untuk memahami peradaban lama (foto: Liputan6.com / edhie prayitno ige)

Hangno Hartono menyebut bahwa tentu saja ada pengetahuan lain yang juga berfungsi sebagai obat, sekaligus juga menciptakan keseimbangan alam. Dalam tradisi Bali ada dua upaya melawan pandemi. Sekala dan niskala.

“Sekala adalah sesuatu yang tampak dan dikerjakan. Niskala adalah merawat sesuatu yang tidak tampak. Karena hakekatnya semesta ini dihuni bukan hanya manusia, namun juga makhluk lain,” katanya.

Diberikan contoh bahwa mencuci tangan, mengenakan penutup mulut, menjaga jarak adalah upaya yang terlihat menyesuaikan kemampuan pengetahuan adalah tindakan sekala. Namun langkah ritual, dan langkah lain yang bersifat spiritual adalah niskala.

Menurut Hangno, ada konsep community-based natural resource management di sejumlah negara Afrika. Program ini antara lain berupa upaya menjaga kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di sekitarnya. Terbukti, konsep tersebut berhasil menciptakan masyarakat adat yang lebih sehat.

“Dalam situasi wabah, dimana promosi kesehatan menjadi sesuatu yang penting, kekayaan adat ini harus digali kembali jika memang memberikan hasil positif,” katanya.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here