[ad_1]

Di tempat terpisah, Saidun, Lurah Benda Baru mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga mengaku telah meminta maaf kepada Kepala SMAN 3 Tangsel dan dewan guru di sekolah tersebut.

“Sebenarnya saya sudah sampaikan maaf, itu kejadian Jumat kemarin, dan Minggunya saya WhatsApp untuk meminta maaf ke Bu Ana (Kepala SMAN3), dan sudah dimaafkan,” katanya.

Dia juga membenarkan perbuatannya yang memang menendang toples makanan ringan di hadapan kepala sekolah. Namun menurutnya, perbuatan sekolah yang melaporkannya ke pihak polisi, hanyalah dibesar-besarkan.

“Itu biskuit kaleng, ada gelas, saya nggak tahu. Itu yang dibesar-besarkan. Tapi hari ini saya bersama camat, Kepala BKPP, bu Kepsek dan dihadapan dewan guru saya sampaikan permintaan maaf dan itu sudah clear, diselesaikan secara keleluargaan,” jelasnya. 

Dia mengaku, pihak SMAN 3 Tangsel, juga akan mencabut laporan polisi tersebut, dan sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

“Ini merupakan pengalaman, agar menjadi pelajaran saya ke depan agar tidak terulang lagi. Tadi informasi Bu Aan, berupaya mencabut laporan dan diselesaikan kekeluargaan,” ujarnya.

Saidun menampik, dirinya mencalokan siswa masuk sekolah di SMA tersebut, dengan dalih materi atau dengan pemberian uang pelicin.

“Karena ini miskomunikasi, saya memang menitipkan dua anak staf dan sekuriti saya. Tidak ada saya terima apa pun. Karena saya kasihan dia staf saya, warga Benda Baru juga. Kalau sekolah swasta mahal, dia tidak kuat bayarannya, kasihan,” ujar Saidun. 

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here