[ad_1]

Tidak sampai di situ, menurut Andreas, saraf kranial X yang berfungsi untuk menelan juga bermasalah. Sehingga, menyulitkan Hiro untuk menelan. Alhasil, Hiro tak bisa makan.

“Tapi yang lebih gawat adalah air liur tidak bisa tertelan dan jadi jatuh bebas ke saluran napas. Seperti tersedak saat kita makan sambil bicara. Hiro mudah tersedak,” katanya.

Lebih Lanjut, Hiro disebut Andreas tidak memiliki refleks batuk yang baik. Ketika air liur masuk saluran napas, dia tidak batuk. Padahal, batuk adalah perlindungan dasar manusia terhadap benda asing di saluran napas.

“Bahkan ketika susu atau makanan masuk paru, dia pun tidak batuk. Tiba-tiba sesak dan napasnya bunyi,” tulis Andreas.

“Bagi Hiro, setiap makan adalah aktivitas yang bisa menyebabkan kematian. Saat dia makan delapan kali sehari, jadi sesering itu risiko untuk tersedak, sesak, bahkan meninggal,” Andreas melanjutkan.

Setelah lahir, Hiro dirawat di NICU selama 21 hari. Setelah menjalani perawatan lebih dari pekan, alat bantu napas perlahan-lahan bisa dilepas.

Akan tetapi guna memastikan Hiro tetap bernapas dengan baik, bayi laki-laki lucu dan menggemaskan itu memiliki trakeostomi di lehernya.

“Hiro bernapas lewat leher, keren, kan?,”

Hrio sudah berada di rumah. Saat pulang ke rumah, Hrio dalam kondisi selang makan dan selang trakeostomi.

Andreas dan istri memastikan akan merawat Hiro dengan penuh cinta. Dan, Andreas pun akan merekam perjalanan Hiro di akun Instagram pribadi yang dibuat oleh Andreas, @aku.superhiro.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here