[ad_1]

Secara lebih lanjut, seorang WNI yang tinggal di Belanda pun turut menjelaskan tentang sejarah singkat mengenai kereta ini. 

Lorraine Riva, melalui akun Twitternya @yoyen menuliskan bahwa kereta emas ini merupakan suatu hadiah dari penduduk Amsterdam untuk Ratu Wilhelmina ketika ia naik tahta pada tahun 1898. 

“Mereka patungan uang, terkumpul dana dan akhirnya kasih order ini ke firma Spijker. Kereta ini dibuat di Amsterdam,” tulis Riva. 

Walaupun Wilhelmina sempat menolak hadiah tersebut, namun akhirnya ia menerimanya juga. 

Adapun beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh kereta tersebut adalah desain atap kereta yang tinggi, supaya ratu bisa berdiri di dalam kereta. Selain itu, ukuran kereta juga tidak bisa terlalu besar mengingat jalanan atau gang-gang di pusat kota-kota Belanda sangatlah sempit. 

Jika membahas masalah gambar atau lukisan yang terdapat di badan kereta, desainnya mengacu pada gaya Renaissance dan kejayaan di Masa Keemasan (Gouden Eeuw/Golden Age). 

“Ada 4 panel gambar ya di Gouden Koest ini, yang buat pelukis dekor Nicolaas van der Waay. Tiap panel gambarnya bercerita tentang 4 hal: masa depan, masa lalu, penghormatan ke/dari daerah koloni, penghormatan ke/dari Belanda,” tulis Riva lagi di akun Twitternya. 

Dari keempat anel tersebut, salah satu panel yang ramai diperbincangkan adalah panel Hulde der Koloniëen. Panel yang memiliki dua arti yakni penghormatan ke dan dari koloni. Dalam gambar panel tersebut, masing-masingnya memiliki berbagai simbol dan arti. 



[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here