[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Dampak pembatalan ibadah haji selama pandemi COVID-19 juga berdampak pada perajin songkok bambu di Banyuwangi, Jawa Timur.

Jika biasanya orderan songkok bambu menggeliat jelang datangnya musim haji, tetapi kini pesanan songkok sepi. Nah, agar ekonomi tetap bertahan di tengah Covid-19, mereka terpaksa banting setir memproduksi face shield atau perisai wajah, dengan tetap mempertahankan kombinasi anyaman bambu yang menarik. Berikut kita simak video inspiratifnya pada Liputan6, 10 Juni 2020.

Inilah produksi face shield, atau perisai wajah buatan Untung Hermawan warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Untung sebelumnya adalah perajin songkok anyaman bambu, yang terkenal di seluruh Indonesia. Namun, kini ia terpaksa beralih haluan memproduksi perisai wajah.

Karena dampak dari pembatalan ibadah haji pada 2020 selama pandemi COVID-19. Jika biasanya pesanan songkok bambu saat musim haji selalu ramai order, tetapi kali ini dibilang tak ada lagi yang memesan songkok bambu untuk dijadikan souvenir atau oleh-oleh.  Agar ekonomi tetap bertahan di tengah COVID-19, mereka terpaksa beralih memproduksi perisai wajah.

Face shield di tempat ini, dibilang sama dengan produksi pada umumnya. Namun, yang berbeda di bagian penutup muka yang dibuat dengan sentuhan anyaman bambu. Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para warga yang memesannya. Peminat perisai wajah karya warga Desa Gintangan ini, semakin hari kian meningkat.

Menyusul persiapan new normal yang akan diberlakukan di seluruh Indonesia termasuk di Banyuwangi. Di antaranya pemesan kalangan sekolah, pemerintah, perkantoran, kalangan pondok pesantren, dan tempat wisata.

Untuk satu perisai wajah dibanderol cukup murah dengan harga Rp 20 ribu saja. Tentunya harga tersebut bisa turun lebih murah, jika konsumen membeli dengan jumlah lebih banyak atau secara grosir.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here