[ad_1]

JAKARTA – Twitter menguji fitur baru yang menahan seseorang untuk tidak langsung menyebarkan informasi atau retweet sebelum ia membaca artikel. Langkah ini tampaknya berguna untuk menekan penyebaran konten hoaks.

“Berbagi artikel dapat memicu percakapan, jadi Anda mungkin ingin membacanya sebelum Anda Tweet itu,” kata Twitter, seperti dikutip Thehindubusinessline.

Perusahaan menguji prompt baru pada Android. Pengguna akan ditanya apabila belum mebaca sebuah artikel, tetapi memutuskan untuk me-retweet informasi tersebut.

Fitur ini sedang diuji untuk mengkonfirmasi keaslian artikel agar tidak membiarkan konten palsu atau konten berbahaya menjadi viral. Ini untuk mempromosikan “percakapan yang lebih sehat” di platform media sosial.

‚ÄúSangat mudah tautan / artikel menjadi viral di Twitter. Ini bisa kuat tetapi terkadang berbahaya, terutama jika orang belum membaca konten yang mereka sebarkan. Fitur ini (di Android untuk saat ini) mendorong orang untuk membaca artikel yang ditautkan sebelum me-retweet,” kata Kayvon Beykpour, VP of Product di Twitter.

(ahl)

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here