[ad_1]

Liputan6.com, Blora – Benda kuno itu kondisinya sudah berkarat dan tidak lagi utuh. Namun dari ciri bentuknya masih menyerupai peralatan yang digunakan sebagai senjata pada masa lampau. Masyarakat Blora, Jawa Tengah menyebutnya dengan pedang taplek.

Pedang taplek banyak ditemukan oleh warga di kuburan kuno area hutan jati yang masuk kawasan Kecamatan Kradenan, Kecamatan Randublatung, dan Kecamatan Jati.

“Dapatnya itu dekat tulang belulang manusia di kubur kuno,” kata Bambang Suprianto (38), seorang pemburu benda purbakala, kepada Liputan6.com, Minggu (14/6/2020).

Menurutnya, berburu mencari benda peninggalan kuno tersebut, yang didapatkan rata-rata satu hingga tujuh meteran dari dasar kedalaman tanah.

Untuk mendapatkannya, kata dia, menggunakan peralatan sederhana berupa cangkul, gancu, linggis dan besi buatan (codos) dengan panjang menyesuaikan kebutuhan.

Codos fungsi untuk menusuk kedalaman tanah kubur kuno. Jika pas menusuk terasa menyenggol sesuatu, baru peralatan lain digunakan untuk menggali,” jelas warga asal Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora itu.

Saat berburu benda kuno, jika beruntung pemburu akan mendapatkan anting, cincin, gelang, hingga pernak-pernik (gerenjeng) perhiasan.

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here