[ad_1]

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan untuk mewujudkan penurunan angka penularan COVID-19 di Surabaya Raya, salah satu hal krusial yang harus dilakukan adalah menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Hal ini, kata dia, karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan ancaman nyata dari COVID-19.

“Saya sudah mendatangi beberapa rumah, ada yang dalam satu rumah tersebut terdapat lima orang, tapi maskernya hanya ada dua, jadi jika ada yang mau keluar rumah, masker tersebut dipakai bergantian. Lalu, kami bagikan lima masker,” ujar dia.

Ia juga melihat saat malam hari di beberapa ruas jalan di Surabaya, banyak orang bersepeda, mulai tua, remaja, hingga anak-anak yang setelah itu berkumpul di Taman Bungkul.

“Ketika kami tanya, kenapa bersepeda ramai-ramai malam hari? Jawabannya karena bosan atau suntuk di rumah dan ingin jalan-jalan. Jika seperti ini terus, bagaimana bisa turun angka COVID-19?,” ujar dia.

Di tempat sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengusulkan agar dilakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan, kemudian menerapkan jam malam di beberapa ruas jalan di wilayah Surabaya Raya.

“Kalau perlu, jam 21.00 WIB ditutup saja jalan yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, lalu disemprot disinfektan. Kemudian, perlu adanya sanksi tegas, seperti di Banyuwangi jika ada tempat yang masih bandel, diberi kartu kuning, jika tetap nekat dikasih kartu merah atau tutup selamanya,” ujar dia.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here