[ad_1]

Remaja juga terkait dengan masa-masa pubertas yang sedang dialami. Mereka mengalami transisi yang kompleks, bukan anak-anak lagi. Berpikiran dewasa juga belum.

“Jadi, yang namanya remaja itu ya ada di tengah-tengah (bukan anak-anak, bukan dewasa). Kita bisa lihat dari sisi perubahan terkait fisik perubahan, cara berpikir juga berubah,” lanjut Vera.

“Makanya, mereka merasa bahwa masalah yang dihadapi itu yang paling besar di dunia. Misal, kalau putus dari pacarnya itu merupakan peristiwa putus yang paling menyakitkan sedunia rasanya.”

Vera menambahkan, yang dibutuhkan oleh remaja, terutama di usia 12 – 13 tahun, yakni kasih sayang. Kasih sayang bahwa mereka diterima dicintai tanpa syarat.

“Kalau di dunia psikologi maksudnya ada seseorang yang bersedia mendengarkan curhatan dari remaja. Ini karena mereka hanya butuh seseorang yang seolah-olah mengerti dan mau dengerin sungguh-sungguh,” tambahnya.

“Di rumah, misalnya, kalau si remaja cerita tentang apa yang dialami tapi enggak didengerin gitu kan sedih. Jadi, kita butuh orang yang menyayangi.”

Remaja juga butuh empati dan simpati. Bahwa bagaimana remaja dapat terdorong untuk bahagia. Simpati dan empati untuk menolong permasalahan, termasuk kesedihan yang dialami.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here