[ad_1]

Kemudian juga akan ada pendampingnya, anak-anak ini akan dibagi sesuai jarak rumahnya. Bagi anak-anak yang dekat dengan fasilitas BLC, bisa langsung ke BLC. Begitu pula sebaliknya, jika lebih dekat dengan balai RW, nanti belajarnya di balai RW.

“Tapi sekali lagi ini khusus anak-anak yang kurang mampu itu, sedangkan anak-anak yang mampu, tolong tetap belajar di rumah seperti biasanya, karena saya tidak ingin balai RW itu jadi sekolah baru bagi mereka, itu dapat menimbulkan masalah baru. Jadi, intinya akan dibatasi nanti yang belajar di Balai RW,” ujar dia.

Risma juga memastikan, penambahan beberapa fasilitas hingga pendampingan ini sangat penting karena ke depannya Dinas Pendidikan Surabaya akan menyiapkan pengajaran melalui YouTube dan email. Ketika pembelajaran itu melalui email, maka bisa langsung di print di balai RW atau BLC itu.

“Makanya saya sediakan printer supaya anak-anak ini bisa langsung cetak saat itu juga,” tegasnya.

Selain itu, Risma mengaku juga akan bekerjasama dengan televisi swasta untuk menyiapkan pola pengajaran baru yang efektif dan menarik di tengah pandemi ini. Sehingga anak-anak itu tidak bosan dengan pembelajaran yang hanya via daring itu. “Nanti sistem pembelajarannya pasti menarik,” pungkasnya. 

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here