[ad_1]

Liputan6.com, Dompu – Kebiasaan baru dalam memasuki era normal baru ramai-ramai didengungkan pemerintah. Salah satunya adalah penggunaan masker untuk meminimalisasi risiko penularan Corona Covid-19.

Namun, tahu kah kalau budaya menutup mulut dan hidung saat bepergian rupanya bukan lah suatu kebiasaan baru, terutama bagi warga Dompu, Nusa Tenggara Barat. Bahkan, budaya ini telah mengakar sejak ratusan tahun dalam kehidupan masyarakat Dompu.

Namanya rimpu mpida yang merupakan cara berpakaian warga Dompu untuk menutup aurat ketika bepergian. Layaknya ninja, rimpu mpida menutup sebagian wajah, termasuk hidung dan mulut.

Cara berpakaian ini sempat disuarakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat kepada warga sebagai upaya mencegah penularan Corona Covid-19.

Dalam sebuah poster yang beredar di WhatsApp grup SKPD Pemkab Dompu, tertulis “Mari bersama lawan corona, tetap di rumah, tunda ke Dukcapil bila tidak sangat urgen”.

Tulisan lainnya, “Sukses melawan corona salah satunya adalah melakukan upaya jaga jarak, tidak saling bertemu, tidak berkumpul, atau social distancing measures”.

Kemudian di bawah poster dijelaskan, bahwa bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah, dimaksudkan untuk menghindari penularan dan menularkan Corona Covid-19.

Terakhir, Dinas Dukcapil menyebut “Lawan corona cukup dengan rimpu mpida”.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here