[ad_1]

Jakarta

Meskipun di tengah pandemi, Pertamina tetap ambil bagian dalam pengembangan UMKM secara daring salah satunya lewat program Pinky Movement. Unit Manager Communication Relations & CSR Marketing Operation Region III Dewi Sri Utami mengatakan program Pinky Movement, yakni kemitraan untuk UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina yang antara lainnya menjaring Pengusaha Pangkalan LPG.

Selain Pangkalan LPG, Pinky Movement juga merangkul pengusaha UMKM yang menggunakan Bright Gas seperti kuliner dan laundry. Dewi menambahkan, penyaluran dana kemitraan bervariatif hingga Rp 200 juta, tergantung skala bisnis dan kebutuhan pengembangan usaha

“Kemitraan ini, juga terbuka untuk semua sektor usaha, diantaranya pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, perdagangan, industri, jasa dan lain-lain, dengan aset maksimal Rp 500 juta” ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).

Program kemitraan daring ini pun telah dirasakan oleh sekelompok pengusaha LPG Bright Gas Pertamina. Pada sosialisasi virtual, Pemilik Pangkalan LPG dapat berdiskusi tentang Program Kemitraan dengan tim Pertamina.

“Meski telah menjadi pemilik Pangkalan LPG, aspek permodalan juga menjadi salah satu tantangan. Dana Program Kemitraan ini akan menjadi potensi pengusaha LPG untuk membangun usahanya, seperti menambah investasi tabung LPG nonsubsidi atau kendaraan transportasi pengantar LPG,” tambah Dewi.

Memang, dalam riset yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) mengungkapkan pelaku bisnis UMKM merupakan salah satu sektor yang terpukul karena penurunan daya beli serta pembatasan kegiatan.

Sebelum pandemi pun Pertamina juga telah memiliki berbagai program untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah. Salah satunya melalui Program Kemitraan (PK), yakni program pengembangan pelaku usaha UMKM diantaranya melalui permodalan, pemberian pelatihan dan sertifikasi, serta akses pasar.

“Program kemitraan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Pertamina dalam mendorong kemandirian masyarakat, khususnya UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Sehingga secara tidak langsung, Pertamina juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Dewi.

Lebih lanjut, pada program ini pelaku usaha dapat mengajukan proposal untuk menjadi mitra binaan Pertamina. Proposal diajukan ke Pertamina atau melalui website www.pertamina.com/id/PKBL. Kemudian, Pertamina akan melakukan survei dan wawancara untuk melihat potensi bisnis dan pengembangan usaha tersebut.

Biasanya, survei dan wawancara dilakukan secara langsung tatap muka. Namun, pada masa pandemi, sosialisasi program, survey dan wawancara dilakukan secara daring. Hal ini sejalan dengan protokol pencegahan COVID-19, untuk saling menjaga jarak (physical distancing).

Walau begitu Dewi menjelaskan meski tidak bisa bertemu langsung, Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan modal usaha. Terlebih saat ini, dukungan kepada pelaku UMKM sangatlah penting.

“Tak hanya permodalan, peluang bisnis dan akses pasar yang dimiliki Pertamina akan sangat membantu pelaku usaha untuk berkembang, meski berada dalam keterbatasan karena pandemi COVID,” tambah Dewi.

Untuk informasi detail mengenai Program Kemitraan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau melalui www.pertamina.com/id/PKBL.

Simak Video “Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Stok Elpiji di Sulsel Aman
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here