[ad_1]

Dilaporkan AFP, pasien ini menghabiskan enam minggu di unit perawatan intensif rumah sakit tersebut. Wanita yang tidak diungkap namanya tersebut harus mendapatkan bantuan dari mesin life support dirinya tetap hidup.

Namun, awal Juni, dokter mengatakan bahwa paru-parunya rusak parah sehingga ia membutuhkan transplantasi.

“Paru-parunya tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan, bahkan mulai mengembangkan fibrosis terminal,” kata Bharat. Selain itu, ia juga mengembangkan lubang besar di paru-paru sebelah kirinya dan membuat organ tersebut bernanah karena infeksi bakter.

Temuan ini terbilang tak biasa pada kasus COVID-19 dan membingungkan dokter.

Bharat mengatakan, operasi tersebut terbilang sangat sulit selama dia berkarir dan melakukan puluhan transplantasi paru.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here