[ad_1]

Pada kesempatan ini, Mendag Agus menegaskan kembali bahwa Kementerian Perdagangan telahmenyiapkan langkah strategis dalam tatanan kehidupan baru di bidang perdagangan. Ada empatstrategi yaitu

(1) Melakukan koordinasi dengan kementerian /lembaga, pemerintah daerah, danpelaku bisnis,

(2) Menyusun SOP Protokol Kesehatan yang ketat dalam pembukaan aktivitasperdagangan di era tatanan kehidupan baru dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) MenteriPerdagangan No. 12 Tahun 2020,

(3) Membuat bahan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat,serta

(4) Melakukan evaluasi persiapan pembukaan aktivitas perdagangan di era tatanankehidupan baru.Sejumlah contoh penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan pelaku usaha danmasyarakat, antara lain menjaga kebersihan dan higienitas area dan peralatan toko denganmenyemprotkan disinfektan, pengawasan pegawai dan pengunjung yang intensif, seperti memastikan pengunjung memakai masker, hand sanitizer, dan bersuhu tubuh normal di pintumasuk serta menerapkan physical distancing.

“Selain itu pelaku bisnis juga harus meminimalisasi sentuhan dengan menerapkan mekanismepembayaran digital dan memasang penghalang transparan antara pembeli dan pramuniaga/kasirserta selalu menyediakan fasilitas alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer, serta pramuniaga menggunakan masker dan face shield. Begitu pula dengan konsumen ataupengunjungnya juga tertib menggunakan masker, face shield, sarung tangan, hand sanitizer, danrajin mencuci tangan dengan sabun, lakukan juga physical distancing,” imbuh Mendag.

Dengan pembukaan aktivitas perdagangan, Mendag Agus memastikan stok barang kebutuhan pokok dipastikan cukup dan harga stabil.

“Sementara terkait ekspor alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) tentu akan diprioritaskanuntuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri pada masa pandemi ini. Dalam kondisi seperti saat inikita juga sangat mengharapkan ekspor meningkat untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.Impor juga difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dan ekspor. Jadi selamamasa pandemi ini kegiatan ekspor dan impor tetap berjalan,” tutur Mendag Agus.

Sebagai regulator dan pembina di bidang perdagangan pemerintah terus berupaya memberikaniklim usaha yang lebih sejuk dan kondusif sehingga pelaku usaha dapat berusaha lebih baik, tidakada PHK, produksi dan distribusi barang dapat berjalan, begitu pula dengan ekspor dansebagainya.

“Pemerintah juga memberikan stimulus, baik kepada UMKM maupun kepada pengusahakecilmenengah dalam mengangani COVID-19 ini,” katanya. 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here