[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Dalam masa pandemi Covid-19, aktivitas pelelangan juga melakukan upaya penyesuaian, dimana penjual, pembeli dan saksi difasilitasi secara virtual agar aktivitas lelang tetap berlangsung.

“Dalam masa pandemi covid-19 ini kita kasih relaksasi kepada penjual. Kalau sebelum covid-19 kan penjual dan saksi pada saat lelang itu harus datang ke tempat lelang,” ujar Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Joko Prihanto dalam media briefing, Jumat (12/6/2020).

“Namun setelah covid-19 kita beri opsi, silahkan datang fisik ke tempat lelang atau datang melalui virtual. Jafi ada kebebeasan yang bisa dipilih oleh penjual,” sambung dia.

Selain itu, Joko menambahkan bahwa di masa pandemi, proses lelang konvensional juga masih dibuka, namun dengan ketentuan pembatasan sosial yang berlaku sesuai protokol kesehatan penaganan covid-19.

“Jadi kalau lelang melalui internet sebelum pandemi covid-19 itu pembeli boleh hadir secara virtual tapi penjual harus hadir fisik, harus datang ke tempat lelang beserta saksi. Nah pada saat pandemi, kita kasih alternatif, pembeli yaudahlah virtual, kemudian penjual hadir bisa melalui virtual,” simpul Joko.

Sementara pada new normal sekarang, pembeli dan penjual bisa kembali hadir secara fisik dengan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here