[ad_1]

Habibus yang juga Kepala Bidang Buruh dan Miskin Kota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya itu menilai tetap harus menjalankan aksi penolakan RUU Omnibus Law. Bukan hanya penundaan pembahasan.

“RUU Omnibus Law dan RUU lainnya yang membahayakan rakyat dibatalkan semua,” ujar dia. 

Apabila pembahasan RUU yang dianggap menyengsarakan rakyat terus berlanjut, Habibus menyebut akan ada aksi massa yang lebih besar pada 16 Juli 2020.

“Kalau misalkan kami lihat situasi, apabila tanggal 16 Juli tetap dilakukan pembahasan, maka kemudian tidak mungkin teman-teman diam saja. Artinya teman-teman pada tanggal 16 Juli 2020 pasti kami kembali ke jalan,” terangnya. 

Habibus mengungkapkan aksi tanggal 16 Juli 2020 akan dihadiri sebanyak 2500 massa. “Lokasi masih belum kami tentukan di mana. Tinggal perkembangan nanti,” tegasnya.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here