[ad_1]

Semarang, CNN Indonesia —

Polda Jawa Tengah mengaku tak bisa melanjutkan proses kasus dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh pengusaha asal Desa Bedono, Kabupaten Semarang, Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji.

Direktur Reserse Kriminal Unum Polda Jawa Tengah Kombes Wihastono Yoga Pranoto mengakui pihaknya tidak dapat menghentikan penyidikan dugaan kasus pencabulan itu karena tidak ada bukti yang kuat.

“Minim bukti, tidak ada bukti kuat mengarah ke sana (pencabulan). Saksi minim, bukti tertulis nihil. Jadi mau dilanjutkan tidak bisa”, ungkap dia, dalam keterangannya, Kamis (16/7).

Sejak dilaporkan pada Desember 2019 lalu, penyidik hanya mendapatkan keterangan dari satu orang saksi saja yang menyebut telah terjadi pernikahan antara Pujiono dengan seorang bocah wanita berusia 7 tahun asal Magelang.

Sedangkan, sejumlah saksi lain yang diperiksa penyidik menyebutkan tidak pernah ada pernikahan tersebut. Tak ketinggalan, kata Wihastono, tidak ada bukti tertulis yang mendukung terjadinya pernikahan sang bocah dengan Pujiono.

Selain minim saksi dan bukti, hasil visum menunjukkan bahwa bocah yang diduga dinikahi oleh Pujiono itu masih perawan dengan selaput dara yang masih utuh.

“Hasil visumnya di Rumah Sakit Magelang, si bocah masih utuh, masih perawan. Selaput daranya masih baik,” ungkap Wihastono.

Sebelum kasus yang dihentikan saat ini, Pujiono sendiri pernah terjerat proses hukum pada tahun 2008. Saat itu dia dilaporkan karena menikahi Lutfiana Ulfa, bocah berusia 12 tahun. Atas perbuatannya tersebut, Syekh Puji divonis 4 tahun penjara pada tahun 2010.

(dmr/arh)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here