[ad_1]

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan berbagai upaya Pemkot Surabaya dalam percepatan penanganan COVID-19 mulai dari pelacakan atau tracing, penyemprotan disinfektan di berbagai tempat, pemberian intervensi berupa permakanan, obat-obatan, vitamin, tes cepat dan tes usap secara massal dan normal baru.

“Karena saya melihat kondisi di masyarakat. Kami punya data pasien satu per satu. Detail alamatnya juga. Jadi, begitu tahu siapa yang sakit, maka satu keluarga langsung isolasi, mereka tidak boleh keluar rumah,” kata Risma.

Risma mengatakan jumlah tes cepat yang digelar secara massal saat ini secara kumulatif sudah mencapai 92.964 ribu orang. Dari tes cepat itu, jika hasilnya adalah reaktif, maka ditindaklanjuti dengan tes usap.

“Kalau hasilnya positif maka kita periksa lagi apakah dia punya gejala atau tidak. Kalau tidak kami isolasi di Asrama Haji. Jika ada, dirawat di rumah sakit,” ujar dia.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here