[ad_1]

Laurent Lambord dari Opération Mer Propre juga menyatakan keprihatinannya di Facebook. Dia berkata, “Mengetahui bahwa lebih dari dua miliar masker sekali pakai telah dipesan, dalam waktu dekat akan ada lebih banyak masker daripada ubur-ubur di perairan Mediterania.”

Bila masker memiliki manfaat kesehatan jangka pendek bagi orang-orang yang melindungi diri mereka dari virus corona, masker, APD, dan sarung tangan lateks yang masuk ke lautan pasti memiliki efek merusak jangka panjang pada lingkungan.

Masker diperkirakan memiliki masa hidup 450 tahun di lingkungan alam, menjadikannya ‘bom waktu ekologis yang sesungguhnya’, lapor Treehugger.

Masalah ini tidak hanya terjadi di Mediterania, banyak masker juga ditemukan di pantai-pantai Asia. Gary Stokes dari OceansAsia menjelaskan bahwa dirinya menemukan sekitar 70 masker di sebuah pantai yang panjangnya 100 meter.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here