[ad_1]

Liputan6.com, Bonebol – Hujan yang mengguyur Provinsi Gorontalo tidak hanya menyebabkan banjir di Kecamatan Bone saja. Banjir susulan yang terjadi pada pukul 13.00 Wita juga merendam enam kecamatan lain di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol).

Enam kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Botupingge, Suwawa Selatan, Suwawa, Suwawa Tengah, Suwawa Timur, dan Kabila. Penyebab banjir lantaran sungai Bone meluap setelah hujan deras mengguyur sejak Rabu malam (10/6) hingga Kamis (11/6).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bonebol pagi tadi hanya melaporkan satu Kecamatan saja yang terdampak banjir. Namun sore harinya, sungai Bone tiba-tiba meluap hingga ke pemukiman warga.

Warga sekitar Nasir Gela mengatakan, tidak menyangka jika hujan ini bisa mengakibatkan luapan banjir yang begitu besar sepanjang sejarah ia tinggal di sekitar bantaran Sungai Bone.

Bahkan saking derasnya luapan air sungai sungai, warga yang saat itu menyelamatkan diri tak mampu menyelamatkan harta benda mereka. Tidak hanya itu, ternak sapi, kambing dan ayam juga ikut hanyut terbawa arus banjir.

“Setelah hujan mereda, seperti tidak terjadi apa-apa, tiba-tiba dari belakang rumah terdengar gemuruh, ternyata air mulai naik,” tutur Nasir.

“Begitu terdengar gemuruh, kami langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Data sementara yang diterima dari BPBD Kabupaten Bone Bolango, jumlah total orang yang terdampak banjir yakni sekitar 1.078 kepala keluarga atau 5.407 jiwa.

“Itu baru data sementara, kami masih melakukan pendataan lebih rinci,” kata Kepala BPBD Bone Bolango Gagarin Hunawa.

Sementara Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat meninjau lokasi banjir bandang Bonebol mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan Dinas Sosial untuk membangun tempat pengungsian dan dapur umum bagi warga yang terdampak.

“Pemerintah Bonebol sudah menerjunkan personel untuk menangani banjir ini,” kata Hamim.

Dirinya mengimbau warga yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai, jangan dulu kembali ke rumah, sebab potensi banjir susulan masih ada.

“Tetap tenang dan waspada, sampai banjir benar-benar surut,” tandasnya.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here