[ad_1]

Jakarta, CNN Indonesia —

Lokataru Foundation mengatakan ada dua problem kepolisian yang terjadi di zaman Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dua problem itu adalah politik dan profesionalisme polisi.

“Mungkin masih sama dengan problem sebelumnya, terutama di zaman pemerintahan Jokowi ini. Satu itu ada problem politik polisi dan kedua problem profesionalisme polisi,” kata Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dalam tayangan Setroom yang ditayangkan CNNIndonesia.com, Rabu (1/7) malam.

Ia mengatakan jika melihat ke belakang, polisi hari ini adalah hasil dari demokratisasi Indonesia sejak 1998. Harusnya muncul perbaikan secara institusional di tubuh polisi.

Namun, dalam perkembangannya, polisi ternyata sekarang sudah menjadi alat politik bagi penguasa. Hal itu, tercermin dari perbedaan perlakuan hukum terhadap kelompok pro dan kontra pemerintah atau penguasa.

“Penegakan hukum diskriminatif, menyasar pada kelompok di luar penguasa. Kalaupun ada nanti ada laporan kasus dari luar penguasa, itu tidak serta merta atau semudah itu akan ditindaklanjuti. Banyak kasus seperti itu terutama di zaman menjelang pemilu,” kata dia.

Ia menyebut, tindakan politis itu juga berkaitan pada sikap profesionalisme polisi.

“Karena politis akhirnya tidak profesional. Tetapi dalam konteks penegakan hukum memberikan pengamanan, saya pikir menemukan pola. Saya advokasi urusan polisi sudah lama,” kata dia.

Dari advokasi yang dilakukannya, ia menemukan kasus-kasus baru ditangani setelah ada perintah dari atasan atau ramai di media sosial. Tidak hanya itu, ia juga menemukan kasus dimana para penyidik meminta uang kepada pelapor agar kasus segera ditangani.

Padahal, di sisi lain, ia juga menemukan polisi yang bekerja dengan profesional.

“Jadi profesionalisme itu bukan hanya wajah kepolisian yang terganggu di mata masyarakat, tapi saling mengkhianati polisi di dalam,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menampik adanya pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian. Namun, ia menyebut pihaknya berusaha untuk lebih baik.

“Selama ini insyaallah hal-hal yang disampaikan Haris terkait penanganan kasus yang harus menunggu perintah, saya pikir semakin ke sini, polisi semakin bagus. Mereka sudah ada instrumen pengawas, fungsi kontrol,” ucap dia.

Ia menyebut, adanya anggota yang tidak profesional tersebut disebabkan mental anggota yang mudah tergoda.

“Itu kembali kepada mental personel, betul juga godaan-godaan tadi. Dan selama ini kalau masalah begitu kita tidak pernah kompromi. Kalau kita luruskan saja, banyak pemain cadangan di kita ini,” ucap dia.

(yog/agt)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here