[ad_1]

Terkait pemisahan bilik suara, lanjut dia juga bertujuan untuk meminimalkan risiko penularan virus Corona serta mengurangi kekhawatiran pemilih untuk datang memberikan hak suara mereka ke TPS.

“Kekhawatiran soal tinta tanda sudah mencoblos juga kita pikirkan. Nantinya tidak mencelupkan jari ke tinta. Rencananya akan diteteskan pakai pipet tetes,” ujarnya. 

Hal tersebut menurut dia dilakukan tentunya guna mengurangi kekhawatiran pemilih terhadap risiko penyebaran Covid-19 melalui tinta tesebut.

Meskipun dalam berbagai penelitian virus tidak bisa hidup dalam tinta ungu, sebab memiliki kandungan yang bisa membunuh virus.

KPU menyebutkan tetap akan menggelar Pilkada 2020 pada 9 Desember 2020 sesuai dengan kesepakatan pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu. Namun menurut dia, pilkada bisa saja ditunda kalau anggaran dan peralatan pelindung diri tidak dapat didistribusikan tepat waktu.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here