[ad_1]

Pemerintah Korea Utara pekan ini memutuskan jalur komunikasi dengan Korea Selatan. Korut kesal karena aktivis Korsel kerap menyebar leaflet anti-Korut di perbatasan.

Dilaporkan Yonhap, Amerika Serikat mengaku kecewa dengan keputusan Korut. Kementerian Luar Negeri meminta agar Korut kembali ke jalan diplomasi.

“Amerika Serikat selalu mendukung progres hubungan antar-Korea, dan kami kecewa pada aksi terbaru Republik Demokratik Korea Utara,” ujar jubir Kemlu AS.

Korut mulai memutuskan komunikasi antar-Korea pada Selasa siang kemarin. Pihak Korsel mencoba menghubungi pihak Korut namun tidak direspons.

Jalur komunikasi militer sebelumnya masih beroperasi normal, tetapi kini juga ikut tidak direspons. Salah satu pejabat tinggi Korut yang mendukung pemutusan komunikasi adalah Kim Yo-jong, adik dari Kim Jong-un.

Kementerian unifikasi Korsel berkata pemerintah akan terus berusaha membuat usaha perdamaian di Semenanjung Korea.

Leaflet anti-Korea yang menjadi sumber permasalahan mengandung pesan anti-rezim Kim Jong-un. Aktivis juga turut menyematkan uang dan USB agar warga Korut tertarik mengambilnya.

Pemerintah Korsel menilai para aktivis sedang menjalankan hak kebebasan berbicara, namun kini sedang menyusun produk legislatif untuk melarang perbuatan itu.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here