[ad_1]

Lebih lanjut, Aries juga menyampaikan bahwa selama hampir dua bulan lebih dilakukan penyekatan dan checkpoint, Hutama Karya mencatat sebanyak 634 kendaraan yang tidak sesuai aturan dan diputarbalikkan.

“Namun per Minggu 7 Juni kemarin, seluruh penyekatan dan checkpoint resmi kami cabut sehingga seluruh ruas tol yang kami kelola, baik di JTTS maupun di tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok (ATP) dapat dilewati oleh kendaraan tanpa terkecuali,” jelas dia.

“Meski begitu, walau sudah tidak ada penyekatan bagi kendaraan yang akan melintas di ruas tol yang kami kelola, bagi yang ingin mengunjungi rest area tetap akan diperiksa suhu badannya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” tegasnya.

Sejak berakhirnya aturan larangan mudik Idul Fitri 1441 H dan dalam masa transisi menuju normal baru, Hutama Karya kembali mencatat kenaikan signifikan volume kendaraan di ruas tol yang dikeloanya setelah lalu lintas kendaraan sempat turun selama masa pengendalian transportasi April-Juni 2020.

“Di bulan Juni ini, setelah adanya pelonggaran pembatasan, kami mencatat LHR (lalu lintas harian) kendaraan di ruas tol kami baik di JTTS maupun JORR-S dan ATP adalah sebesar 156.175 kendaraan. Meningkat 33 persen dibanding LHR saat terjadi pembatasan di bulan Mei yaitu sebesar 117.771 kendaraan per hari,” terang Aries.

Peningkatan LHR ini hampir menyentuh angka lalu lintas normal di jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya, dimana dalam kondisi normal pada Mei 2019 lalu LHR-nya sebesar 229.680 kendaraan per hari.

“Pelonggaran PSBB tentu menjadi salah satu faktor meningkatnya trafik kendaraan di JORR-S ini,” tutup Aries.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here