[ad_1]

“Ini terkait dengan kadar testosteron memuncak di pagi hari dan dapat dikaitkan dengan mimpi basah atau dengan ereksi refleks,” jelas Kaminetsky kepada MensHealth.

2. Ereksi refleks

“Dapat terjadi karena rangsangan tiba-tiba, misalnya, saat takut, saat stres atau cemas,” kata Michael Ingber, M.D., seorang ahli urologi dan uroginekologi di Garden State Urology.

3. Ereksi tidur

“Semua pria sehat mendapatkan ereksi malam hari yang merupakan ereksi yang terjadi selama fase tidur REM, Kami masih belum tahu persis mengapa ini terjadi, tetapi kami tahu itu ada hubungannya dengan Nitrit Oksida atau Nitrogen Monoksida (NO) yang dilepaskan selama fase tidur,” kata Ingber.

4. Ereksi akibat insiden stimulasi

“Beberapa pria bisa mendapatkan ereksi karena rangsangan taktil alat kelamin, yang sama sekali tidak bersifat seksual — misalnya, mengenakan pakaian ketat, yang menggesek alat kelamin saat berjalan,” kata Ingber. Jadi berhati-hatilah saat mengenakan skinny jeans di depan umum.

5. Ereksi emosional

“Biasanya berkaitan dengan semacam respons emosional yang signifikan, yang memicu ereksi, bisa berupa kesedihan, kemarahan, atau bahkan kebahagiaan dan cinta yang ekstrem.

Jika Anda berada dalam situasi di mana Anda benar-benar tidak menginginkan ereksi, Kaminetsky merekomendasikan untuk memikirkan sesuatu yang tidak menimbulkan gairah. “Misalnya, Anda dapat menggambarkan seorang nenek di benak Anda atau acara olahraga.

“Rangsangan fisik ke bagian tubuh yang berbeda, seperti menggigit lidah atau jari Anda dengan lembut, juga dapat mengurangi gairah dan menyebabkan hilangnya ereksi yang tidak diinginkan,” ungkap Kaminetsky.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here