[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Kemunculan bulan purnama senantiasa diidentikkan dengan suara lolongan serigala. Terutama dikaitkan dengan mitologi dan imajinasi massa. Benarkah?

Saat bulan purnama tiba, maka serigala bakal melolong secara liar. Ternyata, kemunculan bulan purnama disertai serigala melolong murni kebetulan belaka.

“Para ahli tidak menemukan hubungan antara fase bulan purnama dan serigala melolong,” tulis Animal Planet, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu 27 Juni 2020.

“Serigala lebih sering tidur di siang hari karena mereka aktif di malam hari,” imbuh Animal Planet.

Hanya saja, mengapa serigala mengarahkan wajah mereka ke bulan purnama dan bintang ketika mereka melolong?

Ini semua tentang akustik. Sebab, memproyeksikan panggilan mereka ke atas memungkinkan suara untuk dibawa lebih jauh.

Komunikasi adalah motivator utama serigala melolong karena berbagai alasan dalam lingkup itu. Tujuannya termasuk menyampaikan lokasi, saling mengingatkan akan bahaya yang akan datang. Dalam kasus lolongan, para serigala mencari pesaing agar mengetahui kekuatan mereka.

Boleh dibilang, sekelompok kecil serigala yang melolong bersama saat bulan purnama bisa terdengar seperti kelompok besar. Ini membuat persaingannya dalam kegelapan tentang ukuran mereka yang sebenarnya –sama seperti gertakan dalam permainan.

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here