[ad_1]

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal produk kendaraan taktis (rantis) PT Pindad. Ia pun mengaku terus mendukung peningkatan alat utama sistam senjata (alutsista) dalam negeri.

“Pada sore hari ini saya dan tim dari PT. PINDAD mencoba kendaraan Rantis 4X4 yang kami beri nama Maung,” ujarnya, lewat akun Twitter pribadinya, Minggu (12/7).

Dari foto yang diunggahnya, ia, yang mengenakan topi bertuliskan ‘Prabowo’ dan berkacamata hitam, tampak tengah mengendarai ‘Maung’ di jalanan tanpa aspal.

Kendaraan berwarna dominan hijau tua ini tampak seperti perpaduan SUV dan Jeep dengan tiga baris kursi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Prabowo untuk memprioritaskan belanja produk lokal, termasuk alat tempur, untuk menggenjot penyerapan anggaran di kementeriannya.

“Di Kemenhan, bisa saja beli di Dirgantara Indonesia (DI), beli di Pindad, beli di PAL, yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash APBN. Beli produk dalam negeri, saya kira Pak Menhan (Prabowo) juga lebih tahu mengenai ini,” ujar dia, Kamis (9/7).

Menjawab tantangan ini, Prabowo mengaku pihaknya terus mendukung produk alutsista dalam negeri.

“Kementerian Pertahanan akan terus mendukung upaya peningkatan produksi alutsista dalam negeri, serta mendukung program penelitian dan pengembangan, agar nantinya seluruh hasil produksi dalam negeri dapat mandiri secara utuh,” kicaunya.

Dikutip dari situs pindad.com, BUMN alat tempur ini sudah memiliki empat jenis kendaraan taktis atau tactical vehicle. Yakni, Komodo 4×4 Missile Launcher, Komodo 4×4 Battering RAM, Komodo 4×4 APC Police, dan Komodo 4×4 Recon.

Rantis merupakan kendaraan khusus yang digunakan untuk mendukung operasi militer dengan spesifikasi tertentu yang berbeda dengan kendaraan kendaraan administrasi atau non-militer.

Komodo 4×4 Missile Launcher misalnya. Rantis yang berguna untuk meluncurkan rudal Mistral ini memiliki kapasitas personel 4 orang. TNI AD biasa menggunakannya sebagai bagian pertahanan udara.

Rantis dengan transmisi manual ini juga dilengkapi dengan alat komunikasi Intercom set. Dengan bobot 7,5 ton, kendaraan ini bisa berlari hingga 80 Km/jam.

(arh/ugo)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here