[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta PD Pasar Jaya menerapkan ganjil genap kios di pasar tradisional Jakarta mulai Senin 15 Juni 2020 di masa transisi saat pandemi Corona.

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, alasan DKI menerapkan ganjil genap sebagai protokol kesehatan di masa transisi dan tidak menggelar pasar terbuka di jalanan seperti kota lain untuk menjaga social distancing.

“Kita kan ada gedung, nanti gedung kosong. Mau di jalan kan macet,” kata Arief pada Liputan6.com, Jakarta, Jumat (13/6/2020).

Arief menyebut, penerapan jaga jarak di pasar seperti di Salatiga, baik. Namun, kondisi di Salatiga tidak bisa disamakan dengan pasar di Jakarta.

“Kita enggak bisa action sama. Sebenarnya sama saja kan yang di sana seperti ganjil genap, sama-sama beri jarak (antar pedagang),” ucap Arief.

Dia menyebut ganjil genap di pasar harus diterapkan agar ada social distancing. Ini semata untuk keselamatan pedagang dan pembeli.

“Karena kalau kita tidak lakukan ganjil genap, kita enggak bisa batasi jarak pedagang kan,” ujar Arief.

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here