[ad_1]

Menjalani hari-hari sebagai relawan COVID-19, Marshel mengaku resah melihat masyarakat yang masih belum mematuhi aturan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah. Tetap di rumah dan menjaga jarak aman untuk memutus rantai COVID-19 belum sepenuhnya dilakukan.

Apalagi masyarakat justru menggunakan aturan Pemerintah, seperti anjuran Work From Home (WFH) dengan melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Misal, bertamasya dan berkerumun di beberapa tempat wisata.

“Enggak usah liburan dong, di rumah aja. Bahkan ada yang kumpul-kumpul, liburan ke pantai. Makin banyak orang tidak peduli dengan Corona malah jadi makin membludak,” ungkap Marshel.

Ia mengajak masyarakat tidak menganggap sepele COVID-19. Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal siapapun, di manapun, dan kapanpun.

“Emang virus milih-milih? Enggak mungkin milih-milih. Kita bisa meninggal bukan karena virus, melainkan ketidakpedulian terhadap penyebaran Corona,” jelas Marshel.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya lebih sadar dan mengikuti aturan protokol kesehatan dan tetap di rumah saja.

“Sabar tunggu sebentar, biar semua yang kita alami ini (COVID-19) kurvanya turun. Ketika kurva turun, kita juga bisa membantu para tenaga medis. Patuhi protokol kesehatan, rajin olahraga, rajin cuci tangan, jaga jarak. Setiap pulang ke rumah pun saya langsung melepas baju dan menggantinya, siapa tahu terkena virus,” pungkas Marshel.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here