[ad_1]

Jakarta memasuki babak baru penanganan Covid-19. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang semula ketat mulai dilonggarkan. Sejumlah sektor yang semula ditutup mulai dibuka kembali. Sejumlah aktivitas yang semula dilarang juga mulai diperbolehkan.

Syaratnya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap harus dijalankan. PSBB saat ini menjadi masa transisi menuju kenormalan baru (new normal ), transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

PSBB transisi ini awalnya diterapkan karena sejumlah data menunjukkan grafik data Covid-19 di Jakarta mulai landai pada pertengahan April 2020 hingga akhir Mei. Namun, setelah PSBB transisi diterapkan pada 5 Juni 2020, grafik kasus Covid-19 di Jakarta mulai menunjukkan peningkatan.

Bahkan pada Selasa (9/6/2020) lalu, penambahan kasus harian di Jakarta sempat memecahkan rekor dengan 232 kasus positif baru. Tambahan kasus positif Covid-19 pada hari itu melampaui puncak kasus di Jakarta yang terjadi 16 April 2020. Kala itu, ada 223 pasien yang dilaporkan positif terinfeksi virus Corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

Artinya, tambahan kasus positif Covid-19 itu menjadi yang tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Ibu Kota, pada 3 Maret 2020. Padahal, sejak itu sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kini memasuki PSBB transisi sebelum menerapkan new normal atau kenormalan baru.

Jika melihat pada data yang ada, sejatinya penurunan angka penambahan kasus positif Covid-19 memang tak pernah konsisten. Posisinya selalu naik turun. Beberapa hari setelah angkanya menurun, biasanya akan disusul dengan kenaikan pasien positif selama beberapa hari kemudian sampai kemudian menurun lagi.

Hal itu bisa dibaca dari data 30 hari terakhir jumlah penambahan kasus baru positif Covid-19 sejak 10 Mei 2020 hingga hari ini, Kamis 11 Juni 2020:

– 10 Mei 2020: 134 kasus baru

– 11 Mei 2020: 86 kasus baru

– 12 Mei 2020: 99 kasus baru

– 13 Mei 2020: 183 kasus baru

– 14 Mei 2020: 134 kasus baru

– 15 Mei 2020: 86 kasus baru

– 16 Mei 2020: 107 kasus baru

– 17 Mei 2020: 132 kasus baru

– 18 Mei 2020: 49 kasus baru

– 19 Mei 2020: 65 kasus baru

– 20 Mei 2020: 81 kasus baru

 

– 21 Mei 2020: 65 kasus baru

– 22 Mei 2020: 99 kasus baru

– 23 Mei 2020: 115 kasus baru

– 24 Mei 2020: 119 kasus baru

– 25 Mei 2020: 75 kasus baru

– 26 Mei 2020: 89 kasus baru

– 27 Mei 2020: 97 kasus baru

– 28 Mei 2020: 105 kasus baru

– 29 Mei 2020: 125 kasus baru

– 30 Mei 2020: 101 kasus baru

– 31 Mei 2020: 118 kasus baru

 

– 01 Juni 2020: 137 kasus baru

– 02 Juni 2020: 60 kasus baru

– 03 Juni 2020: 82 kasus baru

– 04 Juni 2020: 94 kasus baru

– 05 Juni 2020: 76 kasus baru

– 06 Juni 2020: 104 kasus baru

– 07 Juni 2020: 163 kasus baru

– 08 Juni 2020: 89 kasus baru

– 09 Juni 2020: 232 kasus baru

– 10 Juni 2020: 157 kasus baru

– 11 Juni 2020: 128 kasus baru

 

Tren penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta memang meningkat dalam beberapa hari terakhir, tepatnya sejak dimulainya PSBB transisi pada Jumat pekan lalu.

Pada hari pertama PSBB transisi, Jumat, ada 76 kasus baru positif Covid-19 di Ibu Kota. Jumlah kasus baru kembali meningkat pada Sabtu keesokan harinya dengan 104 kasus. Sementara pada Minggu, ada 163 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta.

Kemudian, pada Senin lalu, jumlah kasus baru menurun dibandingkan hari sebelumnya, yakni 89 kasus. Namun, jumlah kasus baru kembali melonjak pada hari Selasa dengan 232 kasus dan 157 kasus pada Rabu kemarin. Hari ini, Kamis 11 Juni 2020, angkanya masih tinggi dengan penambahan 128 kasus baru.

Jakarta memang tak sendiri, ada wilayah lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan yang juga tercatat memiliki penambahan kasus cukup tinggi. Namun, sebagai daerah yang dinilai paling siap menghadapi pandemi Covid-19, posisi sebagai ibu kota negara, serta dukungan pemerintah pusat, mestinya angka itu bisa ditekan serendah mungkin.

Karena itu, alih-alih bersiap menuju kenormalan baru, Kamis ini Pemprov DKI Jakarta malah memutuskan menutup 19 pasar di wilayah Ibu Kota setelah 52 pedagang dinyatakan positif Covid-19 sejak akhir pekan lalu.

Jadi, sudah siapkah kita dengan kenormalan baru?

 

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here