[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma)  menerbitkan aturan sebagai pedoman tatanan normal baru pada kondisi pandemi COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Desase 2019 (COVID-19) di Kota Surabaya.

Perwali ini bertujuan untuk penanganan COVID-19 di daerah pascapemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), meningkatkan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam penerapan tatanan normal baru pada kondisi pandemi COVID-19 secara terintegrasi dan efektif.

Selain itu, meningkatkan koordinasi, harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan tentang tatanan normal baru pada kondisi pandemi COVID-19 antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah. 

Dalam ruang lingkup peraturan wali kota ini meliputi pelaksanaan, pedoman tatanan normal baru, hak dan kewajiban serta pemenuhan kebutuhan dasar penduduk, sumber daya penanganan COVID-19, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, peran serta masyarakat, sumber pendanaan dan sanksi administratif.

Pada perwali ini di bagian kedua menyebutkan mengenai kegiatan bekerja di tempat kerja. Ini tertuang dalam pasal 11 di perwali tersebut.

Dalam Perwali Surabaya itu, para pemberi kerja diharap mengutamakan pelayanan secara daring untuk pelayanan umum kepada masyarakat untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran virus corona COVID-19.

Selanjutnya, untuk setiap penanggungjawab kegiatan kerja harus membentuk satuan tugas mandiri tanggap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan bertanggung jawab penuh.

Adapun pedoman pelaksanaan tatanan normal baru di Surabaya pada kondisi pandemi COVID-19 pada kegiatan bekerja di tempat kerja untuk pemberi kerja adalah sebagai berkut:

1. Wajib menyusun protokol kesehatan;

2. Mewajibkan pekerja untuk memakai masker dan apabila diperlukan juga menggunakan face shield, dan sarung tangan dalam memberikan pelayanan kepada tamu;

3. Mendeteksi suhu tubuh setiap pekerja yang akan masuk di tempat atau fasilitas umum, jika suhu tubuh terdeteksi ≥ 37,5 derajat celcius dan tidak diperkenankan untuk masuk;

4. Menempatkan wastafel dengan sabun cuci tangan dan dispenser pembersih tangan mengandung alkohol (hand sanitizer) di pintu masuk dan tempat-tempat strategis yang mudah dijangkau serta memastikan dispenser sabun/hand sanitizer diisi ulang secara teratur;

5. Melakukan pembersihan, sterilisasi dan/atau penyemprotan disinfektan secara berkala;

6. Menyediakan tempat pembuangan sampah organik, non organik dan residu di area kerja atau fasilitas umum;

7. Membatasi jumlah tamu/pengunjung di tempat atau fasilitas umum 50 persen (lima puluh persen) dari kapasitas semula;

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here