[ad_1]

Bandung, CNN Indonesia —

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani angkat bicara soal penularan virus corona (Covid-19) di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat (Pusdikpom AD) yang berlokasi di Cimahi.

Menurutnya, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar sudah melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan pendidikan militer TNI Angkatan Darat tersebut.

“Untuk Pusdikpom dari awal kita sudah ikuti perkembangannya dari Jumat lalu,” kata Berli dalam jumpa pers di Gedung Sate, Jumat (10/7).

Pihaknya pun langsung bekerja sama dengan Gugus Tugas Kota Cimahi untuk melakukan berbagai upaya. Di antaranya, melakukan pelacakan ke warga sekitar yang menjalin kontak langsung dan melakukan penelitian epidemiologi.

“Kita juga sudah mengambil langkah bukan hanya internal kompleks tapi juga ke masyarakat sekitar. Dari situ melakukan penyelidikan epidemiologi,” ujarnya.

Dengan penelitian epidemiologi tersebut, lanjut Berli, pihaknya dapat mengetahui kemungkinan penularan apakah dari pihak luar ke dalam atau sebaliknya.

“Saya kira pendidikan di sana sangat ketat, ada tata tertib, disiplin dan ada aturan yang harus ditaati peserta didiknya,” katanya.

Berli pun meminta masyarakat tetap tenang dan tetap mewaspadai kasus positif Covid-19 di Pusdikpom.

“Jadi sekali lagi untuk masyarakat tidak perlu khawatir tetapi harus tetap waspada,” ucapnya.




Insert Artikel - Waspada Virus CoronaInsert Artikel – Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Ajay M. Priyatna membenarkan kasus Covid-19 di Pusdikpom. Mengutip kantor berita Antara, 99 orang dikabarkan positif virus corona di Pusdikpom AD, di antaranya 74 siswa dan 25 anggota TNI yang berdinas di Pusdikpom AD.

“Memang benar ada dari Pusdikpom yang positif. Jumlah tepatnya nanti saya konfirmasi biar tidak salah,” kata Ajay dikutip Antara, Jumat (10/7).

Ajay mengatakan kasus positif di Pusdikpom AD Baru teridentifikasi usai dilakukan tes swab pada 3 Juli lalu. Hingga kemudian, Pusdikpom AD ditutup. Tidak ada orang yang boleh masuk dan keluar.

“Informasi sampai saat ini semua pintu masuk ditutup dan digembok jadi tidak ada yang keluar masuk,” kata dia.

Ajay memastikan Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga melakukan pelacakan terhadap masyarakat sipil sekitar. Itu dilakukan guna mengidentifikasi penularan di luar Pusdikpom AD.

“Dinkes Cimahi sedang melakukan tracing dan koordinasi lanjutan dengan Danpusdikpom. Awalnya itu hasil dari swab test Jumat pekan lalu,” kata dia.

Sebelumnya, klaster baru penularan virus corona juga ditemukan di lingkungan pendidikan militer TNI AD, yakni di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) Kota Bandung, Jawa Barat. Ada 1.262 orang yang positif terinfeksi virus corona hingga Kamis kemarin (9/7).

(hyg/pmg)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here