[ad_1]

Menjadi seorang penjelajah adalah mimpi dari kecil milik Sullivan. 

“Saya telah mengikuti penjelajahan astronaut awal seperti Jacques Cousteau dan astronaut lainnya. Mereka adalah orang-orang yang sangat penasaran. Mereka adalah orang-orang pintar yang bisa mengetahui bagaimana cara membuat sesuatu terjadi,” kenangnya. 

“Rasa ingin tahu itu, rasa petualangan, keingintahuan yang mendorong penjelajah. Aku bisa merasakan hal itu bergema di dalam diriku ketika aku menyaksikannya.”

Seorang kapten Angkatan Laut AS, Sullivan pertama kali belajar tentang Challenger Deep dan Palung Mariana selama kuliah di Universitas California, Santa Cruz.

Awalnya, Sullivan berencana untuk belajar Bahasa Rusia, dia pun mengambil beberapa kelas sains “hal itu sangat bertentangan dengan keinginannya” yang selamanya mengubah persepsinya tentang lautan. 

“Tiba-tiba, ada begitu banyak sejarah, begitu banyak kisah eksplorasi, dan kemudian semua pengetahuan tentang bagaimana laut bekerja secara geologis, arus dan makhluk-makhluk. Semuanya membuat saya terpesona.”

Tertarik dengan dunia laut, Sullivan mengambil gelar PhD di  Dalhousie University di mana dirinya mengambil mata kuliah riset mengenai Atlantik Utara.

“Ketika saya menjalani studi, saya menemukan bahwa saya benar-benar menyukai perencanaan, desain, dan pelaksanaan ekspedisi,” katanya.

Jadi ketika dirinya mendengar NASA sedang merekrut, dia  mencoba masuk pada kesempatan untuk menjadi operator ekspedisi.

Jadi setelah lulus pada tahun 1978, dirinya masuk ke NASA dan menjadi perempuan pertama yang berjalan di luar angkasa di Space Shuttle Challenger pada tahun 1984. 

Sullivan juga mengambil bagian dalam dua misi lainnya – Space Shuttle Discovery pada 1990 dan Space Shuttle Atlantis pada 1992 – selama kariernya di NASA.

Setelah itu Sullivan menjabat sebagai administrator Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional dan menulis sebuah buku, “Handprints on Hubble: An Astronaut’s Story of Invention.”

“Kami ingin perempuan pertama menyelam Deep Challenger dan menjadi seseorang yang benar-benar akan menggunakan kesempatan untuk kepentingan lautan,” ujar McCallum. 

“Katy memiliki sejarah pengalaman yang sempurna, dan menjadi manusia kedelapan yang melakukan ini, itu adalah eksplorasi yang murni.”

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here