[ad_1]

Semua upayanya membuahkan hasil yang menggembirakan, ia mencetak nilai yang gemilang pada ujiannya di sekolah. Pada usia 24 tahun, Wayne mendapat beasiswa untuk program PhD di Universitas Malaya untuk mempelajari lingkungan, khususnya tentang pemanasan global. Ia melanjutkan pendidikan sembari bekerja paruh waktu.

Kemudian Wayne melakoni bidang penjualan langsung, namun keluarga dan teman-teman menentangnya melakukan hal itu. Banyak dari temannya memandang rendah dirinya, bahkan orang-orang tidak membalas pesan dari Wayne ataupun menjawab panggilannya. Bahkan salah satu teman Wayne sempat mengejeknya.

“Saya lahir di keluarga miskin sehingga wajar jika saya menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Alih-alih mendukung saya, mengapa semua orang menjadi begitu kejam?,” ungkap Wayne.

Meski demikian Wayne berusaha memotivasi dirinya lebih jauh, ia mencontoh ayahnya yang bekerja keras untuk memberi makan tujuh anggota keluarga seorang diri. Ia mengangkat dirinya dan bekerja lebih keras. Jalan menuju sukses tidak selalu mulus, tetapi setelah berjuang selama delapan tahun, kerja kerasnya berbuah manis.

Wayne tidak menyangka bahwa hidupnya menjadi sangat baik, bahkan melebihi harapannya. Sebelumnya ia berharap dapat memberi keluarganya kehidupan yang baik. Kini Wayne berhasil memberi lebih dari itu, ia juga tidak lagi menggunakan mobil tuanya yang rusak, namun kendaraan mewah yang ia beli dari hasil jerih payahnya.

“Tidak apa-apa jika kamu dilahirkan miskin. Selama Anda memiliki semangat untuk melawannya, semuanya dapat diubah dengan kerja keras,” Kata Wayne.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here