[ad_1]

Reisa mengingatkan bahwa mencuci tangan, sebagai salah satu protokol kesehatan, harus sering dilakukan dengan baik dan benar.

“Lebih dari 1.000 jenis kuman, baik itu bakteri, virus dan jamur dapat terbawa ke tangan kita,” ujarnya.

Bahkan dokter dan tenaga kesehatan lain yang bekerja di rumah sakit memiliki risiko lebih besar. Tangan yang sering menyentuh dan memegang benda bisa saja menularkan.

“Apabila tangan kita sudah terpapar dan tangan kita memegang mata, hidung dan mulut, dipastikan virus akan masuk ke tubuh kita,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sejumlah studi menyebutkan bahwa virus dapat bertahan sampai dengan 72 jam di atas permukaan plastik dan steinless steel atau besi tahan karat. Sedangkan pada permukaan tembaga, virus dapat bertahan 4 jam, dan kurang dari 24 jam pada kertas karton.

“Jadi selalu ingat sering-sering untuk mencuci tangan. WHO menyarankan tujuh langkah cuci tangan yang benar, yaitu selama 20 detik,” ujarnya.

Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menyerah dan tidak mengalah kepada Covid-19. Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 itu memberi pesan di tengah proses adaptasi yang sedang dijalani.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here