[ad_1]

Sebelumnya, pada Jumat 5 Juni 2020, ratusan warga mengambil paksa jenazah PDP COVID-19 di RS Labuang Baji Makassar. Pasien yang dibawa paksa pihak keluarganya itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 2 hari.

Tidak hanya itu, kotak penyimpanan sampel (coolbox) pasien Covid-19 juga dijarah oleh warga karena diduga milik pasien.

Usai kejadian di RS Labuang Baji Makassar, kasus serupa juga terjadi beberapa hari kemudian. Pada Minggu 7 Juni malam, lebih dari 100 orang mendatangi RS Stella Maris. Massa kemudian mengambil paksa jenazah pasien PDP tersebut setelah menjalani perawatan sehari.

“Kami harap masyarakat jangan lagi ada yang melakukan pengambilan paksa jenazah tersebut karena polisi pasti bertindak,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo. 

Tim gabungan di lapangan, kata dia, sudah dibentuk terdiri atas tim Resmob Polda Sulsel, Brimob, Sabhara Polda Sulsel, dan Jatanras Polrestabes Makassar untuk menangkal kejadian yang sama.

Sebelumnya juga sempat viral video jenazah PDP Covid-19 diambil paksa keluar dari ruangan rumah sakit oleh pihak keluarga. Peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit (RS) Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar.

Pasien itu merupakan warga Makassar berjenis kelamin laki-laki. Dia merupakan pasien rujukan dari RS Akademis yang dirawat sejak, Senin, 1 Juni 2020. 

Dia dinyatakan pasien PDP Covid-19 dan dirujuk ke RS Dadi, Selasa, 2 Juni, pukul 21.00 Wita. Pasien itu dimasukkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Rabu siang, 3 Juni, sekitar pukul 15.00 Wita, pasien tersebut meninggal dunia.

“Belum sempat datang tim Covid untuk melakukan pemulasaran jenazah, tiba-tiba datang massa dari keluarga pasien. Berkumpul di depan ruangan dan beberapa di antara mereka menyerobot masuk ke ruang ICU, mengambil jenazah, membawanya pergi,” kata Humas RS Dadi Makassar Yunus Acong.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here