[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Protokol kesehatan di setiap sektor harus dilaksanakan di era new normal seperti sekarang ini terutama di area publik seperti pasar. Ada beberapa pasar yang bisa dijadikan percontohan bagaimana protokol kesehatan ini dilaksanakan.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan ada beberapa pasar tradisional jadi contoh. Di Pasar Bukateja, Purbalingga membatasi lapak antar pedagang dengan pembatas plastik, pada pedagang pun memakai masker dan pelindung wajah.

Sedangkan upaya menjaga jarak di pasar sudah dipraktikan di pasar Salatiga beberapa minggu lalu. Pasar Bendo Trenggalek membatasi jarak antar kios dengan plastik transparan dan penjual harus memakai sarung tangan.

“Sistem pembukaan kios di pasar dengan bergiliran akan dilaksanakan di Jakarta, rencananya mulai 15 Juni 2020. Di beberapa pasar di Jakarta juga telah diberlakukan pembatasan jumlah orang oleh petugas parkir agar penjarakkan tetap dipraktikan,” kata dr. Reisa, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sehat Negeriku.

Tes massal yang dilakukan di pasar, lanjutnya, apabila ada pedagang atau pembeli yang ditemukan positif COVID-19 maka pemerintah daerah akan menutup pasar tersebut untuk sementara. Tindakan ini memberikan ruang dan waktu bagi Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah untuk melacak Riwayat kontak dari kasus tersebut.

“Kejadian itu apabila terjadi harus menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar,” ujarnya.

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here