[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Perajin songkok bambu di Banyuwangi, Jawa Timur kini beralih produksi membuat face shield atau perisai wajah. Pengalihan produksi ini karena dampak pembatalan ibadah haji selama pandemi COVID-19.

Pesanan songkok kini sepi. Padahal jelang datang musim haji, orderan songkok bambu menggeliat. Agar tetap bertahan di tengah COVID-19, perajin songkok terpaksa banting setir memproduksi perisai wajah atau face shield dengan tetap mempertahankan kombinasi anyaman bambu yang menarik.

Hal inilah yang dilakukan oleh Untung Hermawan, warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Ia perajin songkok anyaman bambu yang terkenal di seluruh Indonesia.

Kini ia beralih haluan memproduksi perisai wajah karena pemesanan songkok bambu untuk dijadikan oleh-oleh sedang sepi.

Face shield di tempat ini, dibilang sama dengan produksi pada umumnya. Namun, yang berbeda di bagian penutup muka yang dibuat dengan sentuhan anyaman bambu.

Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para warga yang memesannya. Peminat perisai wajah karya warga Desa Gintangan ini, semakin hari kian meningkat.

“Kemarin beberapa pemesanan dibatalkan karena Corona ini,bahkan barang ada sisa. Kedua, kondisi begini para perajin kami menganggur di lingkungan, tulang punggung keluarga, pada akhirnya saya berinisiasi karena ada imbauan new normal pada akhirnya coba buat face shield, dan respons baik oleh pasar,” ujar Untung seperti dikutip dari tayangan Liputan6, ditulis Jumat (12/6/2020).

“Pada akhirnya kami menggunakan kombinasi anyaman bambu karena agar pengayam oleh ibu-ibu ini tetap jalan,” ia menambahkan.

 

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here