[ad_1]

Lilik mengatakan, BNPB akan terus berupaya melakukan upaya pencegahan agar semakin banyak lagi masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan, sehingga akan semakin banyak pula kabupaten/kota yang menjadi zona hijau.

“Upaya pencegahan sebenarnya hanya ada tiga, edukasi, sosialisasi, dan mitigasi,” katanya singkat

Dalam mengedukasi masyarakat, gugus tugas bersama BNPB akan mengajak para budayawan, musikus, ustaz, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat. Selama ini, kata dia, BNPB mengakui telah melakukan lima cara dalam mengedukasi masyarakat.

Pertama yaitu melalui media televisi, kedua melalui radio, ketiga media sosial, keempat melalui koran, dan kelima melalui cara konvensional seperti ceramah-ceramah di masjid.

Lilik menyadari jika tidak semua masyarakat Indonesia memiliki tv, radio, gadget, maupun mampu untuk membeli koran. Bahkan mungkin tidak ada yang menjual koran di daerahnya.

Ia mengatakan, gugus tugas telah mengedukasi masyarakat dengan cara konvensional tersebut.

“Tidak semua masyarakat terpapar media-media tadi, jadi untuk daerah-daerah yang agamanya kuat, jika masjid sudah dibuka, kita selipkan juga protokol kesehatan saat khutbah jumat misalnya atau saat ceramah,” katanya.

Lilik mengatakan, upaya edukasi dan sosialisasi memang sangat penting dilakukan, namun akan sia-sia jika masyarakat tidak mengindahkannya. Ia berharap masyarakat memiliki harus betul-betul sadar jika Covid-19 masih ada di sekitar kita dan bisa berpeluang menulari siapa saja.

“Setelah sosialisasi, masyarakat akan sadar kalau virus masih, kemudian timbul awareness, mereka beli masker, tapi harus dipakai. Untuk apa kalau tidak ada action,” tandas Lilik.

 

 

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

 

[ad_2]

Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here