[ad_1]

Jakarta, CNN Indonesia —

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengklaim wilayahnya telah lebih dari satu bulan, sejak 26 Mei hingga 29 Juni nihil penambahan kasus kematian terkait Covid-19.

“Tidak ada lagi peningkatan angka kematian secara resmi diumumkan oleh Labkesda Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Lab RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (29/6).

Pepen, sapaan akrabnya, menyebut jumlah kematian akibat Covid-19 di Kota Bekasi masih tak beranjak dari angka 34 kasus. Pernyataan dia masih merujuk pada laporan perkembangan kasus Covid-19 Kota Bekasi lewat data corona.bekasikota.go.id.

Ia lantas mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, seperti ormas, relawan, termasuk aparat yang terlibat selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mengatasi Covid-19 di Kota Bekasi.

“Artinya, sudah aman dari angka kematian Covid-19 di Kota Bekasi, kita harus pertahankan dengan perketatnya sosialisasi ini” papar Rahmat,” ujarnya.

Pepen mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah kasus positif di Kota Bekasi hanya tersisa 13 kasus yang tengah menjalani masa perawatan.

Namun demikian, ia mengatakan pihaknya masih terus melakukan tes, baik swab maupun Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada masyarakat secara umum.

Merujuk data kasus Covid-19 di Kota Bekasi seperti dilaporkan corona.bekasikota.go.id, hingga saat ini Pemkot Bekasi total telah mencatat kasus positif Covid-19 sebanyak 385 kasus.

Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya meninggal, 13 kasus masih dalam perawatan, dan sisanya sebanyak 338 kasus dinyatakan sembuh. Dengan jumlah kasus sembuh tersebut, angka kesembuhan di Kota Bekasi terkait Covid-19 mencapai 87%.

(thr/wis)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here