[ad_1]

London

Saat pandemi virus Corona (COVID-19) mengganas, banyak negara mengharuskan warganya mengisolasi diri dan di rumah saja dengan kebijakan lockdown. Karena lama enggak ke mana-mana, survei membuktikan banyak pengendara di Inggris yang lupa caranya mengemudi.

Dilansir Paultan, Kementerian Transportasi Inggris mengungkapkan, rata-rata mobil di Inggris dikendarai lebih dari 11.000 km setiap tahun, atau rata-rata 938 km per bulan.

Tapi, selama 28 hari terakhir, survei Hyundai yang melibatkan 2.000 pengendara sebagai responden menunjukkan rata-rata pengemudi hanya menempuh jarak kurang dari 150 km per bulan. Sebesar 30% dari responden menyetir kurang dari 40 km.

Bahkan, 18% dari responden atau sebanyak 360 orang mengatakan mereka berjuang kembali untuk membiasakan diri mengemudi setelah lockdown. Dari 360 orang itu, 28% di antaranya membuat mobil mogok, 21% menyenggol trotoar, dan 21% lupa menggunakan lampu sein.

Empat dari 10 pengendara mengatakan mereka tidak mengisi bahan bakar dalam 28 hari terakhir. Sementara 12% mengaku tidak ingat di sebelah mana tutup tangki bensin berada.

Dari 2.000 orang responden, 48% di antaranya mengatakan mereka khawatir cara mengemudinya memburuk setelah lockdown.

Dari studi tersebut, setidaknya ada beberapa kesalahan teratas yang dilakukan pengemudi di Inggris sejak lockdown. Yaitu bermasalah saat parkir paralel, lupa menggunakan lampu sein, menyenggol trotoar, tidak mengecek spion saat mengemudi, lupa di mana tutup tangki bensin, tidak menutup pintu dengan benar, dan tidak menggunakan sabuk pengaman.

Simak Video “Singapura Mulai Longgarkan Lockdown
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)



[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here