[ad_1]

Solo, CNN Indonesia —

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo menyebut tahapan Pilkada di Surakarta untuk sementara tetap berlanjut setelah ada pencairan anggaran untuk pencegahan Covid-19 secara bertahap dari Pusat.

Ketua KPU Solo Nurul Sutarti membeberkan dana, salah satunya, untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) penyelenggara pemilu, itu totalnya senilai Rp10,6 miliar.

“Sesuai penjelasan dari Menteri Keuangan, pencairannya nanti bertahap. Ini Rp1,9 miliar sudah kami terima. Jadi sementara ini tahapan [pilkada] masih jalan,” katanya saat dihubungi, Rabu (1/7).

Dana tambahan tersebut dicairkan untuk periode Juni-Juli. KPU Solo, lanjut Nurul, menerima dana tambahan itu sehari setelah Ketua KPU Arief Budiman membuka kemungkinan Pilkada 2020 ditunda secara lokal jika anggaran untuk daerah yang nihil anggaran APD.

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, realisasi tahap berikutnya akan diputuskan berdasarkan hasil rekonsiliasi kebutuhan riil anggaran antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, KPU, Bawaslu, DKPP dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 selambat-lambatnya pada tanggal 17 Juni 2020.

Nurul menambahkan tahapan Pilkada Kota Solo akan terus berlanjut selama kebutuhan operasional masih bisa dipenuhi kas KPU Solo.

“Katakanlah nanti kurang, ya kita jalankan [tahapan] sesampainya. Sampai mana nanti anggarannya. Toh selama ini kas KPU masih punya anggaran juga,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyarankan KPU Kota Solo menunda Pilkada Kota Solo ditunda 2020 ditunda tahun depan.

Pasalnya, Pemkot tidak memiliki anggaran tambahan pengadaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tambahan yang diminta KPU Solo.

“Kalau memang KPU dan petugasnya punya kekhawatiran terpapar Covid-19 saya kira layaklah ditunda 2021,” kata Rudy.

(syd/arh)

[Gambas:Video CNN]



[ad_2]
Berita hari ini akurat dan terpercaya temukan di NewsFor.ID Berita Untuk Indonesia.

News For Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here