[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan 3M baru saja menggugat pihak ketiga Amazon, KMJ Trading Inc, akibat dugaan menjual masker N95 senilai $350. Padahal, produk yang terdaftar adalah $23 per masker, sehingga ada kenaikan sebesar $1.27 untuk setiap masker. 

Pihak Amazon mengaku kesulitan melacak penjualan barang palsu, terutama sejak Virus Corona COVID-19 menyebar dan masker N95 menjadi masker yang wajib untuk para pekerja medis.

Amazon memperingatkan penjual di marketplace terhadap pemalsuan harga pada awal Februari, yang akhirnya membatasi penjualan masker wajah dan pembersih tangan pada 11 Maret. Diduga penambahan harga KMJ terjadi sebelum pembatasan itu diberlakukan, dimulai pada 24 Februari, seperti yang dikutip dari The Verge, Rabu (10/6/2020).

Pihak KMJ menggunakan sejumlah akun untuk menjual produk teresebut, dan juga menjual 45 produk lainnya. Namun pengguna lainnya telah melayangkan komentar keluhan mereka di media sosial. “Saya pikir ini adalah Masker N95 palsu, dan harga penjual kepada saya 20 kali lipat dari harga eceran,” tulis salah satu orang.

“Sepuluh bungkus masker N95 palsu seharga $ 150 hanya melonjak selama pandemi ini,” keluh lainnya.

Sementara itu, pihak 3M belum menaikkan harga untuk masker N95, dan pasokan AS telah dikontrol ketat oleh Badan Manajemen Darurat Federal. Kombinasi permintaan tinggi dan pasokan terbatas menciptakan kondisi sempurna untuk membuat masker N95 jauh lebih mahal, dan KMJ adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan hal ini.

Sebagai bagian dari pengaruhnya, 3M mengatakan telah mengajukan sebelas tuntutan hukum lain yang berkaitan dengan produk palsu dan harga yang didongkrak naik selama pandemi Virus Corona COVID-19.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here