[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – 12 Juni dikenal sebagai World Day Against Child Labour atau peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak. The International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional yang pertama kali menetapkannya pada tahun 2002.

Mengutip situs UN.Org, Jumat (12/6/2020), wadah yang menampung isu buruh internasional di bawah naungan PBB itu memutuskan untuk memberi perhatian lebih kepada para buruh dunia yang bekerja di bawah umur. Berupaya bertindak untuk menghapus pekerja anak.

Setiap tahun pada tanggal 12 Juni, Hari Dunia ini menyatukan pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, masyarakat sipil, serta jutaan orang dari seluruh dunia untuk menyoroti nasib pekerja anak dan apa yang dapat dilakukan untuk membantu mereka.

The Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), diadopsi oleh para pemimpin dunia pada tahun 2015, termasuk komitmen global baru untuk mengakhiri pekerja anak. Secara khusus, target 8,7 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menyerukan kepada komunitas global untuk: “Mengambil tindakan segera dan efektif untuk memberantas kerja paksa, mengakhiri perbudakan modern dan perdagangan manusia dan mengamankan larangan dan penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, termasuk perekrutan dan penggunaan tentara anak, dan pada tahun 2025 mengakhiri pekerja anak dalam segala bentuknya. “

Hingga hari ini, sebanyak 218 juta anak-anak masih bekerja di bawah umur, bahkan penuh waktu. Kebanyakan dari mereka tidak bersekolah, tak mendapatkan nutrisi yang layak dan tidak mendapatkan waktu bermain seperti sebaya pada umumnya.

Lebih dari setengah anak-anak ini bekerja di tempat yang kurang layak dan terekspos kepada bahan-bahan kimia, dan perbudakan. Tak hanya itu, banyak dari mereka bekerja terkait perdagangan obat-obatan terlarang, dan pelacuran di bawah umur serta keterlibatan dalam konflik bersenjata.

Upaya penghapusan pekerja anak dipandu oleh prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Konvensi Usia Minimum ILO No. 138 dan Konvensi Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak No. 182. Melalui Program ILO tentang Pekerja Anak (IPEC) PBB berusaha mencapai penghapusan pekerja anak yang efektif.

[ad_2]

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here